gambar

Sabtu, 29 April 2017

BUSINESS PRACTICE 4 "Genius & Road Head " Hotel Kartika Graha

The Road Ahead
Oleh : Pak Tanadi Santoso, MBA
Kesuksesan Perjalanan Hidup Kedepan:
1.     Power of Imagination ( Kekuatan Imaginasi)
2.     Delayed Gratification ( Penundaan Kenikmatan )
3.     Success is a Choice ( Keberhasilan itu Pilihan )
Tiga Komposisi Menjadi Hebat :
1.     Time (Waktu)
2.     Attention (Perhatian)
3.     Energy (Energi)
Apa Rencana Anda ? PLAN
1.     Prepare for the journey (persiapkan perjalanan Anda)
Mempersiapkan SKILLS, KNOWLEDGE dan ATTITUTE yang tepat
2.     Launch into action (Bertindaklah)
Tidak ada yang akan terjadi, tanpa Action yang jelas
3.     Adjust as you go (Beradaptasilah)
Persiapkan diri dan berhati-hatilah, kemauan yang kuat akan menyelamatkan Anda
4.     Network with those who know (Bertemanlah dengan tepat)
Selalu bergerak bersama dengan orang lain, Carilah Sahabat dan Mentor yang tepat.


Genius Inside Us
Oleh : Pak M. Arief Budiman
Setiap manusia dilahirkan jenius,  sampai ia menyerah pada pendapat orang tentangnya yang mengubahnya menjadi  manusia biasa-biasa saja.
Jenius adalah  orang gila yang dapat mempertanggung jawabkan kegilaannya.

          Kreatif adalah melihat masalah sebagai peluang. Jadilah magnet yang dapat dengan menyatukan pikiran, perkataan dan perbuatan.
Terdapat 4 tantangan bisnis yang kerap terjadi di dunia modern yaitu:
1.  Clutter (kekacauan)
2. Competition (Kompetisi)
3. Komoditasi (servis yg unik)
4. Consumer Consciousnes (kesadaran pelanggan yang semakin pintar)

Realita bisnis saat ini sangat cepat dan sangat sengit maka dapat ditanggulangi dengan melakukan strategi Going Extra Mile ; yaitu dengan melakukan lebih, baik diimplementasikan pada diri anda, pada perusahaan tempat anda mengabdi, maupun pada konsumen yang kita layani, bahkan dapat diterpakan pada masa datang yang belum terjadi.
Going Extra Mile dapat disingkat dengan sifat ABCD (Above & Beyond the Call of Duty)

Perbedaan antara usaha yang biasa-biasa saja dan usaha yang luar biasa terletak pada sedikit nilai ekstra yang diberikan, baik pada
a. Sedikit lebih banyak usaha yang diperjuangkan
b. Sedikit lebih banyak watu yang diluangkan
c.  Sedikit lebih banyak passion/gairah cinta

Contoh penerapan Going Extra mile dituangkan pada cerita “Joshie at the Ritz”
Cerita tersebut mengisahkan tentang sebuah keluarga yang menginap di hotel Ritz Carlton untuk menghabiskan waktu liburan. Ketika keluarga tersebut menunaikan masa liburanya ada suatu kendala yang terjadi. Boneka teddy bear sang anak kebetulan tertinggal di kamar hotel tersebut.  sang ibu pun kebingungan, padahal boneka tersebut adalah benda kesayangan si anak dan kebetulan mereka sudah menaiki pesawat untuk kembali ke kota halaman. Dengan penuh rasa gelisah, sesampainya dirumah si ibu menelepon  pihak hotel, dan ternyata pihak hotel menyanggupi untuk mengirimkan boneka tersebut sampai ke alamat tujuan tanpa dipungut biaya sepeserpun dalam berberapa hari. Sang ibu pun merasa lega, namun dibalik semua itu, staff yang menangani boneka tersebut mengirimkan usaha lebih dalam pelayanan yang ia berikan. Mengetahui bahwa boneka tersebut merupakan benda kesayangan dari anak sang ibu, staf hotel tersebut mengarang cerita untuk menenangkan hati anak tersebut dengan mengirimkan cerita beserta dokumentasi bahwa beruang yang tertinggal tersebut sedang menjalani masa liburan ekstra di hotel Ritz Carlton tersebut. Foto yang dikirimkan pun sangat menarik, boneka tersebut terlihat sedang santai berjemur, mengendarai mobil, bahkan menikmati layanan massage. Sebegitu besarnya effort yang diberikan pihak hotel dalam melayani pelanggan yang dirasa selaras dengan asas Going Extra Mile yang digaungkan oleh seminar kali ini.

Sehingga dengan going extra mile kita bisa mendapatkan insight sebagai berikut:

1. Dalam mencapai sesuatu adalah bagaimana kita mampu mengisi jarak mengenai apa yang anda inginkan dengan keadaan saat ini

2. Sukses bukan ditentukan oleh kejeniusan, tapi dengan usaha kerja keras & latihan,      meskipun banyak kegagalan yang dihadapi
 
Kunci Latihan dalam Deliberate Practice
1. Ajaklah seorang pembimbing untuk mengawasi latihan yang kita jalankan
2. Berlatih dengan membiasakan untuk keluar dari zona nyaman
3. Biasakanlah fokus dalam menghadapi latihan serta dibarengi dengan perencanaan
4. Jalani latihan secara berkelanjutan tanpa mengenal rasa menyerah

Berberapa hal penting dapat diambil dari seminar kedua Going Extra Mile adalah
1Dengan mengendalikan emosi, mampu menjadi bahan bakar untuk meraih kesuksesan
2. Rasa takut adalah senjata yang ampuh untuk menjadikan diri manusia menjadi lebih powerful
3. Optimalisasikan potensi yang ada dalam dirimu
 
 

Kamis, 06 April 2017

BUSSINES PRACTICE 4

Empat Fungsi Bisnis pada Perusahaan Manufaktur
(Marketing, Finance, HRD, Production)
Pembicara
Dr. David Sukardi Kodrat, MM., CPM
Visi:
  •               STIE ASIA
  •        CEO Sukses
  •   .         Sosial Enterpreneur
  •   Entrepreneur Sukses

SEJARAH OLYMPIC

        Au Bintoro mulai membuka usaha pada tahun 1980,ia merasa took furniture terlalu memberatkan konsumen dengan ongkos kirim yang mahal. Untuk mengangkat dibutuhkan beberapa orang dan tidak bisa mengangkut banyak orang sekaligus. Agar bisa di angkut dalam jumlah besar solisinya membuatnya dapat di bongkar pasang (knock down). 

       Akibat prodik dan bahan baku menumpuk Au nekad menjual meja pesanan itu ke toko-toko furniture ternyata laku keras dan habis terjual.produk itu di beri merek “OLYMPIC FURNITURE” yang terinsprirasi dari olimpiade XXIII 1984.

Kunci utama perusahaan OLYMPIC
1. Melakukan inovasi produk
2. Mengeluarkan produk-produk baru dengan desain  yang baru
3. Memperkuat pasar lokal
4. Melakukan penetrasi ke pedesaan dengan  mengembangkan furnimart
5. Melakukan pengembangan SDM  

KUALITAS LULUSAN PERGURUAN TINGGI YANG DI BUTUHKAN DI DUNIA KERJA
  •         Komunikasi
  •              Integritas
  •      Bekerja sama
  •              Interpersona


Rabu, 05 April 2017

PENGERTIAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR, RETAIL, DAN JASA

PENGERTIAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR, RETAIL, DAN JASA

  • Perusahaan manufaktur (manufacturing business): mengubah input dasar menjadi produk yang dijual kepada masing-masing pelanggan. Contoh perusahaan manufaktur: Honda, Intel, Nike, Sony, dan lainnya.
  • Perusahaan Retail: menjual produk ke pelanggan, namun produknya tidak diproduksi sendiri, melainkan membelinya dari perusahaan lain. Dengan kata lain, perusahaan dagang mempertemukan produk dengan pembeli. Contoh perusahaan dagang: Electronic City, Amazon.com, dan lainnya.
  • Perusahaan jasa (services business): menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan. Contoh perusahaan jasa: Garuda Indonesia, Telkomsel, dan lainnya.
KARAKTERISTIK PERUSAHAAN MANUFAKTUR, RETAIL, DAN JASA
MANUFAKTUR
  • Kegiatan perusahaan manufaktur menghasilkan atau memproduksi barang jadi (finished goods).
  • Pendapatan perusahaan manufaktur berasal dari penjualan produksi barang jadi kepada perusahaan dagang atau retailer.
  • Dalam perusahaan manufaktur terdapat perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan produksi barang jadi.
  • Dalam perusahaan manufaktur terdapat harga pokok penjualan, untuk menentukan besarnya laba atau rugi .
  • Dalam perusahaan manufaktur dikenal biaya produksi. Biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overheadpabrik.
  • Beban operasional perusahaan manufaktur terdiri dari beban penjualan dan beban administrasi.
RETAIL
  • Kegiatan perusahan dagang melakukan pembelian dan penjualan barang dagangan kepada masyarakat
  • Pendapatan perusahaan dagang berasal dari hasil penjualan barang dagangan kepada masyarakat.
  • Dalam perusahaan dagang, terdapat perhitungan harga pokok penjualan, untuk menentukan besarnya laba/rugi.
  • Beban operasional dalam perusahaan dagang terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi umum.
JASA
  • Kegiatan perusahaan jasa memberi pelayanan jasa kepada masyarakat.
  • Pendapatan perusahaan jasa berasal dari hasil penjualan jasa kepada masyarakat.
  • Tidak terdapat perhitungan harga pokok penjualan dalam perusahaan jasa.
  • Dalam perusahaan jasa, laba atau rugi diperoleh dengan membandingkan besarnya jumlah pendapatan dengan besarnya jumlah beban, baik beban usaha maupun beban diluar usaha.

PERBEDAAAN ANTARA PERUSAHAAN MANUFAKTUR, RETAIL, DAN JASA
perbedaan perusahaan jika dilihat dari sisi sistem akuntansi

MANUFAKTUR
  1. Persediaan Bahan Baku
  2. Persediaan Dalam Proses Produksi
  3. Persediaan Bahan Pembantu
  4. Persediaan Barang Jadi
  5. Pembelian
  6. Ada Harga Pokok Penjualan (HPP)
  7. Ada Akuntansi Biaya

RETAIL
   a. Menjual barang yang diperoleh dari pemasok.
b. Tujuannya menjual kembali barang tanpa mengubah bentuk.
c. Memliki persediaan barang jadi.
d. Dalam menetukkan harga pokok barang relative mudah.
e. Tidak menggunakan laporan harga pokok produksi.
JASA
  1. Tidak Memiliki Persediaan
  2. Pembelian langsung di masukkan dalam Peralatan atau perlengkapan
  3. Tidak ada Harga Pokok Penjualan (HPP)

CONTOH PERUSAHAAN MANUFAKTUR, RETAIL, DAN JASA
MANUFAKTUR
PT. Otsuka adalah salah satu contoh perusahaan yang bergerk di bidang manufaktur. Perusahaan ini memproduksi minuman kesehatan yang sering kita jumoai di berbagai toko. yaitu, POCARI SWEAT
pocari-sweat
RETAIL
Salah satu contoh perusahaan Retail yang sangat terkenal di Indonesia adalah GIANT
Image result for giant
JASA
Kantor Pos merupakan perusahaan Jasa yang bergerak dibidang pengiriman barang. kantor pos memiliki visi untuk menjadi raksasa logistik dari timur.
Image result for kantor pos